Langsa – Komitmen mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat terus diperlihatkan jajaran aparat di wilayah Kecamatan Langsa Timur. Sebagai bentuk pengawasan sekaligus dukungan terhadap Program Makanan Bergizi Gratis (MBG), Kapolsek Langsa Timur bersama unsur Muspika melaksanakan kegiatan sambang dan monitoring ke Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Amal Metuah Sejahtera yang berada di Jalan Medan–Banda Aceh, Dusun Pantoen KM 10, Gampong Buket Meutuah, Kecamatan Langsa Timur, Jumat (22/05/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung penuh keakraban dan menjadi wujud nyata sinergitas antara kepolisian, pemerintah kecamatan, serta unsur terkait dalam memastikan program pemenuhan gizi masyarakat berjalan optimal, aman, dan tepat sasaran. Kehadiran aparat di lokasi juga menjadi bentuk perhatian serius terhadap kualitas pelayanan makanan yang diberikan kepada para penerima manfaat, khususnya kalangan pelajar.
Dalam kunjungan tersebut, Kapolsek Langsa Timur AKP Marias bersama rombongan meninjau langsung seluruh aktivitas di dapur SPPG, mulai dari proses penerimaan bahan pangan, pengolahan makanan, hingga mekanisme distribusi ke sekolah-sekolah penerima program MBG. Pemeriksaan dilakukan secara detail guna memastikan setiap tahapan memenuhi standar kebersihan, kesehatan, dan keamanan pangan.
Suasana hangat terlihat ketika rombongan berdialog langsung dengan pengelola serta para pekerja dapur. Dalam kesempatan itu, Kapolsek memberikan motivasi sekaligus imbauan agar seluruh pihak terus menjaga kualitas pelayanan dan disiplin kerja demi keberhasilan program pemerintah tersebut.
“Kebersihan lingkungan dapur harus terus dijaga, begitu juga kualitas bahan pangan yang digunakan. Jangan sampai ada kelalaian yang dapat memengaruhi kesehatan penerima manfaat program ini,” ujar AKP Marias di sela-sela kegiatan monitoring.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan Program MBG tidak hanya diukur dari tersedianya makanan bagi masyarakat, tetapi juga dari kualitas makanan, ketepatan distribusi, serta konsistensi pelayanan yang diberikan kepada para siswa penerima manfaat.
Menurutnya, ketepatan waktu pendistribusian menjadi salah satu faktor penting agar makanan tetap layak konsumsi dan manfaat gizinya dapat diterima secara maksimal oleh para pelajar. Karena itu, seluruh petugas dapur diminta bekerja secara profesional dan menjaga koordinasi yang baik antarpetugas.
Selain melakukan pengawasan, Bhabinkamtibmas yang turut hadir juga mengingatkan pihak pengelola agar terbuka terhadap berbagai masukan maupun aduan masyarakat. Mulai dari persoalan pengelolaan limbah dapur, keterlambatan distribusi, hingga kualitas makanan, seluruhnya diminta untuk segera ditindaklanjuti demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program pemerintah tersebut.
Kapolsek juga menilai koordinasi aktif antara pengelola dapur, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa sangat penting sebagai langkah antisipasi terhadap berbagai kendala di lapangan. Dengan komunikasi yang baik, setiap persoalan diyakini dapat segera diselesaikan tanpa menghambat jalannya program.
“Program ini sangat baik dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Karena itu, seluruh pihak harus bersama-sama menjaga kualitas pelayanan dan memperkuat koordinasi agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegas Kapolsek Langsa Timur.
Ia juga memastikan pihak kepolisian akan terus melakukan monitoring dan pendampingan terhadap pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis di wilayah hukumnya. Langkah tersebut dilakukan guna menciptakan situasi yang aman, tertib, serta memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Kegiatan monitoring tersebut mendapat apresiasi dari pengelola Dapur SPPG Yayasan Amal Metuah Sejahtera maupun masyarakat sekitar. Kehadiran aparat kepolisian dan unsur Muspika dinilai memberikan rasa aman sekaligus motivasi bagi para pekerja dapur dalam menjalankan tugas mereka melayani masyarakat.
Melalui pengawasan rutin dan sinergitas lintas sektor yang terus diperkuat, diharapkan Program Makanan Bergizi Gratis di Kecamatan Langsa Timur dapat berjalan secara optimal, transparan, dan berkelanjutan. Program ini juga diharapkan mampu menjadi salah satu langkah nyata dalam mendukung tumbuh kembang generasi muda yang sehat, cerdas, dan berkualitas di masa depan.(*)
.jpeg)