LANGSA – Debit air Sungai Krueng Langsa sempat meningkat menyusul tingginya curah hujan di wilayah hulu. Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah permukiman warga yang berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Langsa, wilayah hukum Polsek Langsa Timur, terendam banjir.
Pantauan Unit Intelkam bersama Bhabinkamtibmas Polsek Langsa Timur, Jumat (11/9/2026) sekitar pukul 10.30 WIB, menunjukkan sejumlah gampong di Kecamatan Langsa Lama terdampak genangan dengan ketinggian bervariasi.
Di Gampong Pondok Keumuning, ketinggian air mencapai sekitar 80 sentimeter, dengan sejumlah warga terdampak di Dusun Perdamaian, Abadi, Rahayu dan Pendidikan.
Sementara di Gampong Sidorejo dan Seulalah, ketinggian air masing-masing mencapai sekitar 50 sentimeter. Di Gampong Sidodadi, genangan berada di kisaran 25 sentimeter.
Banjir juga melanda Gampong Seulalah Baru dengan ketinggian air sekitar 30 hingga 40 sentimeter. Sedangkan di Gampong Pondok Pabrik, genangan dilaporkan mencapai sekitar 40 hingga 50 sentimeter.
Polsek Langsa Timur terus melakukan pemantauan perkembangan situasi di lokasi terdampak. Personel juga membantu warga serta berkoordinasi dengan BPBD Kota Langsa dalam mengantisipasi kemungkinan meluasnya genangan.
Dari hasil pemantauan terbaru, volume debit air di aliran Sungai Krueng Langsa saat ini mulai mengalami penurunan.
Pihak kepolisian mengingatkan masyarakat yang tinggal di sepanjang DAS Krueng Langsa untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, khususnya apabila kembali terjadi hujan dengan intensitas tinggi di wilayah hulu.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena peningkatan curah hujan di wilayah pegunungan Aceh Timur yang berbatasan dengan Kota Langsa dapat kembali meningkatkan debit Sungai Krueng Langsa.
Polsek Langsa Timur juga terus melakukan patroli, pengumpulan bahan keterangan, deteksi dini serta memberikan imbauan kepada masyarakat. Koordinasi dengan BPBD dan instansi terkait dilakukan sebagai langkah antisipasi apabila kondisi banjir kembali meningkat.
Masyarakat diminta tetap waspada dan segera melaporkan kepada petugas apabila terjadi peningkatan debit air secara signifikan maupun kondisi lain yang dapat membahayakan keselamatan warga.