Jalan Berlubang di Lamnyong Kembali Makan Korban, Warga Sebut Sudah Lebih 10 Kecelakaan Tahun Ini

Banda Aceh – Jalan berlubang di kawasan Lamnyong, Kota Banda Aceh, kembali menelan korban. Seorang perempuan muda mengalami kecelakaan tunggal setelah sepeda motor yang dikendarainya terperosok ke dalam lubang di badan jalan pada Senin (9/3/2026) sekitar pukul 15.50 WIB.

Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Lamnyong yang selama ini dikenal sebagai salah satu jalur ramai di sekitar kawasan kampus. Kondisi jalan yang rusak dan berlubang membuat pengendara harus ekstra berhati-hati saat melintas, terutama pada sore hari ketika arus kendaraan cukup padat.

Nur, seorang penjual tahu Sumedang yang berjualan di pinggir jalan lokasi kejadian, mengatakan kecelakaan terjadi saat korban melintas dengan sepeda motornya dan tidak sempat menghindari lubang yang cukup dalam di tengah jalan.

Menurut Nur, motor korban langsung kehilangan keseimbangan ketika roda depannya masuk ke dalam lubang tersebut.

“Korban langsung jatuh setelah keretanya masuk lubang. Dia sempat tergeletak di jalan,” kata Nur saat ditemui di lokasi.

Beruntung, sebuah mobil yang berada tepat di belakang sepeda motor korban sempat melakukan pengereman mendadak. Jika tidak, kecelakaan tersebut berpotensi menimbulkan korban yang lebih parah.

“Mobil di belakangnya langsung rem. Kalau tidak, bisa lebih parah karena korban sudah jatuh di tengah jalan,” ujarnya.

Nur mengungkapkan bahwa kecelakaan akibat jalan berlubang di kawasan itu bukanlah kejadian pertama. Dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah pengendara disebut sudah menjadi korban.

Ia bahkan menyebut kecelakaan hampir terjadi setiap beberapa hari sekali, terutama sejak memasuki bulan Ramadan.

“Semalam ada cowok yang jatuh, kepalanya bocor, celananya sobek. Motornya sudah seperti kerupuk. Kemarin juga ada yang jatuh,” ungkapnya.

Menurut Nur, pada hari kedua puasa, tepatnya Jumat lalu, seorang mahasiswa Universitas Syiah Kuala juga mengalami kecelakaan di lokasi yang sama. Mahasiswa tersebut dilaporkan mengalami luka cukup serius di bagian kepala.

Tidak hanya itu, sebelum Ramadan, seorang pria paruh baya bahkan meninggal dunia akibat kecelakaan tunggal di lokasi tersebut. Saat itu, korban diketahui sedang dalam perjalanan untuk mengantarkan kue pada pagi hari.

“Yang paling parah itu sebelum puasa. Ada bapak-bapak yang antar kue, jatuh di sini dan meninggal,” jelas Nur.

Warga sekitar sebenarnya sudah berupaya memberi tanda pada beberapa lubang dengan menggunakan cat pilox berwarna putih agar mudah terlihat oleh pengendara. Namun upaya tersebut dinilai belum cukup untuk mencegah kecelakaan.

Selain itu, lubang-lubang di jalan tersebut juga sempat ditimbun menggunakan pasir oleh warga. Sayangnya, pasir tersebut cepat hilang terbawa angin dan kendaraan yang melintas.

“Lobangnya dalam sekali. Kemarin sempat ditutup pakai pasir, tapi langsung habis dibawa angin dan kendaraan,” ujarnya.

Nur memperkirakan, sepanjang tahun ini sudah lebih dari sepuluh kecelakaan terjadi di titik yang sama.

“Kalau tidak salah sudah lebih dari 10 kali tahun ini. Kami lihat langsung di depan mata. Jujur saja kami sudah trauma,” katanya.

Warga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan permanen terhadap jalan tersebut agar tidak ada lagi korban berikutnya.

Sebab, selain dilalui masyarakat umum, kawasan Lamnyong juga merupakan jalur yang sering dilintasi mahasiswa dan pekerja setiap hari.(*)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama