Pengembangan Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2) di Kabupaten Humbang Hasundutan menjadi angin segar bagi masa depan pertanian Indonesia. Dukungan dari Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN, Ossy Dermawan, menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mendorong inovasi di sektor ini.
Dalam kunjungannya, Ossy menegaskan bahwa pembangunan kawasan riset seperti TSTH2 tidak hanya membutuhkan teknologi dan sumber daya manusia yang unggul, tetapi juga dukungan tata ruang yang terencana dan kepastian hukum atas lahan. Hal ini menjadi tanggung jawab penting Kementerian ATR/BPN dalam mengawal pembangunan nasional.
TSTH2 yang dikembangkan oleh Institut Teknologi Del dirancang sebagai pusat unggulan dalam riset tanaman herbal dan hortikultura. Kawasan ini mengintegrasikan penelitian, produksi, hingga hilirisasi produk pertanian dalam satu ekosistem yang modern.
Keberadaan TSTH2 diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah produk pertanian Indonesia, sekaligus mendorong ekspor komoditas unggulan berbasis herbal dan hortikultura. Selain itu, kawasan ini juga berpotensi menjadi destinasi edukasi dan wisata ilmiah yang menarik.
Dengan pendekatan kolaboratif dan berbasis teknologi, TSTH2 menjadi simbol transformasi pertanian Indonesia menuju era modern yang lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan. Dukungan penuh dari pemerintah menjadi faktor penting dalam memastikan keberhasilan program ini untuk kesejahteraan masyarakat luas.(*)