BOGOR — Persaingan untuk menjadi Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) kembali berlangsung melalui Ujian PPAT Tahun 2026. Sebanyak 7.886 peserta tercatat mengikuti ujian yang dibuka secara resmi oleh Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN, Ossy Dermawan.
Pembukaan ujian berlangsung pada Senin (3/8/2026) di Kantor BPSDM Kementerian ATR/BPN, Cikeas, Kabupaten Bogor.
Untuk mengakomodasi ribuan peserta, Kementerian ATR/BPN menyelenggarakan ujian di tiga lokasi sekaligus. Ketiga lokasi tersebut yakni Kantor BPSDM Kementerian ATR/BPN di Cikeas, Universitas Al Azhar Indonesia di Jakarta, dan Politeknik Agraria STPN di Sleman, D.I. Yogyakarta.
Dengan jumlah pendaftar mencapai ribuan orang, pelaksanaan Ujian PPAT 2026 menjadi salah satu tahapan penting dalam menjaring calon PPAT yang memiliki kemampuan dan pemahaman memadai terkait tugas serta tanggung jawab profesinya.
PPAT memiliki peran penting dalam memberikan kepastian hukum dalam berbagai transaksi dan perbuatan hukum terkait hak atas tanah. Karena itu, proses seleksi menjadi bagian penting untuk memastikan calon pejabat yang nantinya menjalankan profesi tersebut memiliki kompetensi yang dibutuhkan.
Pembukaan ujian oleh Wamen ATR/Waka BPN sekaligus menunjukkan perhatian Kementerian ATR/BPN terhadap kualitas dan profesionalisme PPAT sebagai salah satu unsur yang berperan dalam mendukung tertib administrasi pertanahan.
Dengan pelaksanaan ujian di tiga lokasi, ribuan peserta kini mengikuti tahapan seleksi untuk meraih kesempatan menjadi PPAT dan turut memperkuat ekosistem pelayanan pertanahan yang profesional, berkualitas, dan memberikan kepastian hukum bagi masyarakat.